Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. namun, perlahan-lahan ia akan bersatu. mozaik itu akan membangun siapa dirimu nanti. lalu apapun yang kamu kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian.

Tuesday, October 6, 2020

PENGARUH NET PERFORMING LOAN (NPL), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), DAN NET INTEREST MARGIN (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

                                                        








                                                                                                            
ABSTRAKSI 

Muhammad Eris Heryanto, 25209009

PENGARUH Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), DAN Net Interest Margin (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013

Kata Kunci : Standar Laporan Keuangan Internasional, NPL, LDR, CAR, NIM, ROA.

 

(xiv + 64 + lampiran)

            Globalisasi antar negara dan operasional perusahaan serta perbankan sebagai lembaga intermediasi antar pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana menuntut kebutuhan adanya suatu standar akuntansi yang berlaku luas di seluruh dunia. Adanya pengadopsian IFRS tersebut apa pengaruh terhadap kinerja perbankan dilihat dari pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas (ROA).      Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh secara parsial dan bersama-sama variabel Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria bank telah menerapkan Standar Laporan Keuangan Internasional (IFRS) periode 2008-2012. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Jumlah sampel sebanyak 24 bank dari 33 bank yang terdaftar di BEI periode 2008-2012. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta F-statistik juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial NPL, dan LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel CAR  berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, sementara variabel NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hasil uji R2 diperoleh sebesar 0,420 menandakan bahwa variabel independen (NPL, LDR, CAR dan NIM) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (ROA) sebesar 42%. Hasil uji F didapat nilai signifikansi 0,000 hal ini menunjukkan bahwa pada bank yang telah menerapkan IFRS variabel NPL, LDR, CAR, dan NIM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA.

(Daftar Pustaka 2000 - 2013)





(english version)

ABSTRACT


Muhammad Eris Heryanto, 25209009

PENGARUH Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), DAN Net Interest Margin (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Thesis. Accounting Majors, Faculty of Economics, Gunadarma University, 2013
Keywords: International Financial Reporting Standard,
NPL, LDR, CAR, NIM, ROA.


(xi
v + 64 + appendix)

 

            Globalization between countries and banking operations as well as intermediary between the parties that the excess funds to those who need funds requires the need for a broadly applicable accounting standards around the world. Existence of the adoption of IFRS is what the effect on the performance of banks seen from the influence of financial ratios on profitability (ROA).

This research is performed in order to test the influence of the variables Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), and Net Interest Margin (NIM) toward Return On Assets (ROA). Population in this research used all of bank which have already from the Banks financial statement listed on the Stock Exchange (Indonesia Stock Exchange). The sampling technique used is purposive sampling with the criteria the bank have implemented International Financial Reporting Standards (IFRS) the period of 2008-2012. Types of data used are secondary data derived  from the Banks financial statement listed on the Stock Exchange (Indonesia Stock Exchange) the period of 2008 – 2012. The total sample of 24 banks from 33 banks listed on the Stock Exchange period 2008-2012. The analysis technique used is multiple linear regression and hypothesis test using the t-statistic for testing the partial regression coefficients and F-statistic also performed classical assumption test which include normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.

            The results showed that partially NPL, and LDR significant negative impact on ROA, while CAR variable did not significant negative impact on ROA, NIM variable while positive and significant impact on ROA. R2 test results obtained at 0.420 indicates that the independent variables (NPL, LDR, CAR NIM) have an influence on the dependent variable (ROA) of 42%. F test results significant value of 0.000 indicating that the bank have implemented IFRS variable NPL, LDR, CAR, NIM simultaneously significant impact on ROA.

(List of Library from 2000 to 2013)
Share:

Wednesday, August 5, 2020

Tips sederhana Investasi Saham

Banyak pertanyaan berkecamuk di dalam fikiran para pemula untuk memulai berinvestasi saham, seperti Investasi sebaiknya di perusahaan apa? apa yang harus diperhatikan jika memang perusahaan tersebut baik untuk berinvestasi, tidak perlu khawatir banyak sudut pandang dan pengalaman terbaik para suhu yang sudah lebih dahulu berkecimpung di dunia saham dari mulai teori bandarmology, teori fibonacci dan banyak lagi lainnya. Terlepas dari itu semua ada tips sederhana yang bisa diterapkan dan bisa dilihat sebagai berikut.
Perusahaan yang layak investasi itu:
  1. Return on Equity atau kemampuan untuk mengembalikan modal itu minimal 10%, makin besar makin bagus.
  2. Kawan saya buka warung sebelum Covid-19 modal awal 10 juta, itu bisa balik modal dalam malah cetak untung besar hanya dalam jangka waktu 1 tahun. Itu artinya ROE > 100%. Di saham susah cari perusahaan seperti itu. Jadi pakai standar 10% saja biar bisa balik modal sekitar 15-20 tahun lagi.
  3. Debt to equity ratio atau rasio utang berbunga harus kurang dari 1. Makin kecil atau tidak ada hutang makin bagus. Itu artinya resiko bangkrut perusahaan lebih kecil juga.  Kita tentu tidak mau investasi di perusahaan yang mau bangkrut dalam waktu singkat kan.
  4. Bagi dividen minimal 4% dalam setahun. Kenapa 4%?Karena itu supaya setara dengan bunga yang kita dapatkan kalau menabung di bank. Jadi Kalaupun nyangkut, setidaknya kita bisa dapat duit tunggu 4% setahun. Apalagi potongan pajak dividen hanya 10% sedangkan potongan pajak deposito itu 20%. Apalagi kalau dividen yield sampai 10% apalagi 20% lebih tentu lebih menyenangkan lagi dengan pajak hanya 10%. Di mana bisa dapat deposito bank zaman sekarang yang bunga lebih 10% seperti dividen PTBA.
  5. Dividend payout ratio jangan lebih dari 110%. Agar laba perusahaan bisa disimpan sebagian sebagai saldo laba untuk jaga - jaga kalau kondisi ekonomi memburuk ataupun untuk perusahaan ekspansi. Dividend payout ratio yang terlalu besar cenderung tidak sustainable dan sulit konsisten. Contohnya saham SMAR dan MERK setelah bagi dividen besar dengan payout ratio lebih 120%, tahun ini SMAR tidak bagi dividen lagi. Begitu juga dengan MERK habis bagi dividen besar jualan aset, mereka langsung absen bagi dividen. Jadi sewajarnya saja. Jangan lebih dari 100%. Perusahaan mature seperti HMSP dan UNVR selalu bagi dividen dengan payout ratio 100% tapi tidak pernah lebih dari 110% kecuali mereka habis jualan aset.
  6. Harus konsisten bagi dividen. Minimal dalam 5 tahun terakhir mereka bagi dividen terus. Jangan bolong - bolong.

Bisa skrining saham yang jadi inceran kalian diberbagai aplikasi sudah banyak tersedia seperti stockbit atau RTI.

Habis skrining lanjutkan dengan memilih 1-3 saham di 5 sektor - 10 sektor yang berbeda yang masuk skrining lalu:
  1. Baca LK untuk pastikan labanya real, cash flow bagus, dan utangnya memang mini serta tidak ada masalah hukum serta manajemen
  2. Lakukan analisis PER dan PBV historis untuk melihat kewajaran harga saham berdasarkan ujian waktu di masa lalu
  3. Lakukan analisis Stochastic daily, weekly, monthly untuk mengukur psikologi pasar. Fokus pada yang Oversold di semua time frame terutama yang oversold di monthly dan weekly chart.
  4. Konsisten beli selot selot secara berkala saham yang bagus dan undervalued.

Demikian tips sederhana cara investasi saham.
Semoga bermanfaat 😊
Share:

Saturday, June 13, 2020

Ilmu Budaya Dasar

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bias diartikan manusia, berbudaya dan halus.

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
  • Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
  • Ilmu-ilmu Sosial (social science)
  • Ilmu-ilmu Budaya (the humanities)
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya dasar diharapkan dapat:
  • Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
  • Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing. 
  • Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Ada dua masalah pokok yaitu:
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan:
  • Manusia dan cinta kasih
  • Manusia dan keindahan
  • Manusia dan penderitaan
  • Manusia dan keadilan
  • Manusia dan pandangan hidup
  • Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  • Manusia dan kegelisahan
  • Manusia dan harapan 
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A. MANUSIA

Manusia di alam ini memegang paranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika), manusia mahluk biologis pada golongan mamalia (biologi), manusia merupakan mahluk yang menginginkan keuntungan dan memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia adalah mahluk yang tidak bisa hidup sendiri (sosiologi), mahluk yang ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat). Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia:

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
  • Jasad: badan kasar manusia yang nampak pada luarnya.
  • Hayat: Mengandung unsur hidup.
  • Ruh: Bimbingan dan pimpinan tuhan
  • nafs: Kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur Yaitu:
  • Id
  • Ego
  • Super ego
B. HAKEKAT MANUSIA
  • mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
  • mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya. Karena mempunyai:
  1. perasaan intelektual:Yaitu Perasaan yang brkenan dengan pengetahuan.
  2. perasaan estetis:yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
  3. perasaan etisyaitu perasaan yang berenan dengan kebaikan.
  4. perasaan diriYaitu perasaan yang berkenan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
  5. perasaan social: Yaitu perasaan yang berkenan dengan kellompok atau korp atau hidup bermasyarakat.
  6. perasaan religious: yaitu perasaan yang berkenan dengan agma dan kepercayaan.
C. mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi

D. mahluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan       martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski

mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakan itu.

E.B.Tylor

mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi

merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana

mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.

Koentjaranigrat

mengatakan, bahwa kebudayaan berati keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

C. A.Van Peursen

mengatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok arang-orang,berlainan dengan hewan-hewan,maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam,melainkan slalu mengubah alam.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1. Sistem Religi: merupakan manusia sebagai homo religius.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan: merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.

3. Sistem pengetahuan: merupakan produk manusia sebagai hmo sapiens.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi: merupakan produk manusia sebagai  homo economicus.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan

6. Bahasa

7. kesenian

JENIS LAINNYA


Ilmu Pengetahuan dan Perkembangannya

Ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan kehidupannya.

Sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia, ilmu pengetahuan pun berkembang dengan sangat pesatnya.

Ilmu pengetahuan tidak selalu membuat manusia menjadi lebih beradab dan mencapai kesempurnaan hidup, tetapi ilmu pengetahuan juga dapat menjadi bencana bagi manusia dan lingkungannya jika dikelola oleh manusia yang tidak memiliki moral kemanusiaan.

Meskipun secara umum ilmu pengetahuan lebih banyak manfaatnya bagi kehidupanmanusia, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri bukannya tanpa kritik.

Kalangan postmodernisme mengkritik ilmu pengetahuan modern yang dianggap mereka telah gagal membentuk kepribadian manusia secara utuh. Ilmu pengetahuan modern pada sisi lain telah membuat pribadi manusia terpecah-belah oleh kepentingankepentingan bisnis, sehingga manusia tidak lagi memiliki jiwa yang independen.

ILMU PENGETAHUAN DAN KITA

Ilmu pengetahuan berkembang karena ada kebutuhan manusia untuk dapat mempertahankan diri. Untuk dapat bertahan, manusia harus dapat menguasai alam semesta. Penguasaan terhadap alam semesta itu dilakukan dengan tidak merusak tatanan alam itu sendiri. Kerusakan terhadap tatanan alam akan berdampak pada kehidupan umat manusia. Agar penguasaan alam semesta tidak bertampak pada perusakan, maka penguasaan terhadap ilmu pengetahuan perlu dibaringi dengan norma dan etika.

Ilmuwan harus mempunyai norma dan etika. Tanpa norma dan etika, ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keserakahan orang-orang tertentu yang lebih kuat Tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk menciptakan kesejahteraan umat manusia dengan tetap mempertimbangan harmoni antara kehidupan umat manusia dan alam sekitarnya.

HAKIKAT MANUSIA

Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, di antaranya adalah pemikiran dari aliran materialisme, idealisme, realisme klasik, dan teologis.

Aliran materialisme mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini.

Sedangkan aliran idealisme beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Aliran realisme klasik beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian, dan aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan Tuhan.

Di samping itu, beberapa ahli telah berusaha merekonstruksikan kedudukan manusia di antara makhluk lainnya. Juga berusaha membandingkan manusia dengan makhluk lainnya. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan bahwa semua makhluk mempunyai dorongan yang bersifat naluriah yang termuat dalam gen mereka. Sementara yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuan manusia dalam hal pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan manusia jauh lebih berkembang daripada pengetahuan makhluk lainnya, sementara melalui perasaan manusia mengembangkan eksistensi kemanusiaannya.

HAKIKAT KEBUDAYAAN

Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. Beberapa ahli ilmu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut.

Akan tetapi ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini, yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut, Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya, yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system, social system, dan artifact.

Kebudayaan sendiri disusun atas beberapa komponen yaitu komponen yang bersifat kognitif, normatif, dan material. Dalam memandang kebudayaan, orang sering kali terjebak dalam sifat chauvinisme yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Seharusnya dalam memahami kebudayaan kita berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif, relatif, universal, dan counterculture.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.

Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

PENGERTIAN KASIH SAYANG, CINTA KEMESRAAN DAN PEMUJAAN

Kasih sayang, dan cinta merupakan milik semua orang. Manifestasi dari kasih sayang dan cinta dapat menciptakan lingkungan yang tenteram. Karena setiap individu menyadari makna yang paling hakiki dari rasa kasih sayang dan cinta. Dengan kasih sayang kita akan selalu menghargai karya orang lain.

Dengan cinta kita selalu menjaga lingkungan yang harmonis. Lingkungan yang harmonis berarti lingkungan yang berimbang dan jauh dari perusakan. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia, yang berwujud bentuk seni. Bentuk seni dapat berbentuk seni rupa, seni pahat, seni sastra, seni suara. Pemujaan merupakan perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan kepada Tuhan ini oleh manusia di antaranya diwujudkan dalam bentuk-bentuk pemujaan atau yang lebih kita kenal sebagai tempat beribadah.


MANUSIA DAN KEINDAHAN

Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.

Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi pengetahuan yang telah dimiliki disebut dengan berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu peristiwa. Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan gaya gravitasinya.

Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Kehalusan merupakan sikap yang lembut dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam sikap anggota badan. Sikap halus dan lembut merupakan cermin hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama.

KEGELISAHAAN

Berbicara tentang manusia, berarti berbicara pula tentang media tempat manusia hidup. Media tempat manusia hidup adalah dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia di dunia.

Konsep yang dapat digunakan untuk memahami hal itu adalah konsep kosmologi, yaitu bagaimana manusia harus mengembangkan sikap hidupnya sehubungan dengan kedudukannya sebagai mikrokosmos.

Konsep yang lainnya adalah konsep ‘mendiami dunia’ sebagaimana yang dikemukakan oleh Huijbers.

Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia.

Kesadaran manusia akan hakikatnya sebagai bagian dari kosmologi dan perannya sebagai mahluk yang ‘mendiami dunia’ maka lahirlah beberapa konsep yang dipakainya sebagai dasar manusia hidup.

Konsep-konsep tersebut adalah hidup sekedarnya, takdir, dan cakra manggilingan esensi dari Cakra Manggilingan adalah waktu. Perubahan-perubahan yang terjadi sudah menjadi kodrat manusia, baik dari hari ke hari, bulan ke bulan maupun tahun ke tahun. Konsepsi waktu memegang peranan yang sangat penting.

Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan. Sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas).

Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik. Keserakahan dan konflik akan memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.

PENDERITAAN

Terdapat berbagai alasan yang dapat mengakibatkan penderitaan, yaitu alasan fisik dan alasan moral.

Di samping itu penderitaan sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegelisahan, artinya kegelisahan yang tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan penderitaan.

Selain kegelisahan, penderitaan juga disebabkan karena kekecewaan, yaitu apa yang diharapkan ternyata tidak diperoleh. Jadi penderitaan juga berhubungan dengan pamrih. Penderitaan juga berhubungan dengan ketakutan. Orang yang selalu merasa takut akan hidup menderita. Penderitaan yang menimpa hidup manusia banyak berhubungan dengan ‘daya hidup’ yang menjelma menjadi hawa nafsu.

Terdapat berbagai daya hidup yaitu daya hidup raewani, nabati, haewani, jasmani, rohani, rohmani, dan robbani. Daya hidup ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesempurnaan hidup manusia yaitu tingkat An Nafs al Ammarah, al Lawwamah, al Mulhima, al Qana’ah, al Mut’mainnah, al Radiyah, dan al Kamilah. Untuk bisa menuju kesempurnaan hidup di mana hidup sudah tidak mengenal lagi kegelisahan dan penderitaan maka orang harus melakukan olah batin. Olah batin tersebut adalah dalam rangka menghilangkan nafsu dan pamrih. Terdapat olah batin yang harus diikuti supaya kesempurnaan jiwa dapat dicapai, yaitu mengembangkan sikap selalu instrospeksi, sabar, nrimo, dan ikhlas.

dari berbagai sumber.

Terima kasih
Share:

Saturday, May 23, 2020

Proses Akuntansi

sumber: slideshare
Proses akuntansi adalah serangkaian kegiatan yang diawali dengan transaksi dan berakhir dengan tersedianya laporan keuangan. Berakhirnya seluruh proses pencatatan pada periode tertentu karena proses ini diulang setiap periode pelaporan, ini disebut sebagai siklus akuntansi. Proses-proses tersebut terdiri dari :

1.      Transaksi

Transaksi adalah suatu aktivitas yang dapat dicatat dan mengandung nilai. Didalam transaksi perlu adanya DOKUMEN.

     Macam-macam dokumen tersebut dapat berupa :
  • invoice
  • bill
  • faktur
  • struk
  • nota
  • kuitansi, dll

2.      Penjurnalan / Pembukuan

Ialah suatu proses yang dilakukan untuk pemindahbukuan dari bukti-bukti transaksi kedalam buku jurnal harian.

3.      Posting

Posting adalah mengelompokan kas-kas atau account-account yang sejenis kedalam rekeningnya.

Buku besar (General Ledger) adalah buku yang menampung seluruh rekening yang dibutuhkan perusahaan, buku besar ini terbagi empat yaitu :

  a. Account Receive
  b. Account Payable
  c. Inventory (persediaan)
  d. Petty Cash (kas kecil)

4.      Neraca Saldo (Trial Balance)

Adalah pengecekan terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi. Bila terjadi kesalahan, maka dapat dilakukan dengan 2 cara :

            a. Koreksi
            b. Penyesuaian (Adjusment)

5.      Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)

Pada tahap ini disajikan laporan keuangan akhir, ada 4  macam laporan keuangan :

   1. Laporan rugi laba (income statement)
   2. Laporan perubahan modal
   3. Neraca (Balance Sheet)
   4. Arus kas


Share:

Sunday, May 17, 2020

Jenis-jenis Obligasi

Surat Obligasi, source google
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman (pemodal).

ada banyak jenis-jenis obligasi, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. obligasi berjamin : ada lembaga yang memberi jaminan (garansi)  terhadap obligasi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan (jaminan yang dimaksud ialah jaminan atas pembayaran bunga dan pokok obligasi).
  2. obligasi tanpa jaminan : tidak ada lembaga yang memberikan jaminan terhadap bunga dan pokok obligasi.
  3. obligasi konvertibel : obligasi yang dapat dialihkan menjadi saham.
  4. obligasi atas unjuk : tidak ada nama pemilik, yang ada hanya nomor seri dan nama penerbit obligasi, sehingga lebih mudah dipindahtangankan.
  5. obligasi terdaftar : sering juga disebut obligasi atas nama, yaitu terdapat nama pemilik pada surat obligasi, kelebihan dari obligasi ini adalah relatif lebih aman dari penyalahgunaan.
  6. obligasi berjangka : obligasi yang tanggal jatuh temponya bersamaan.
  7. obligasi berseri : obligasi yang jatuh temponya bertahap.
  8. obligasi pendapatan : perusahaan penerbit tidak mempunyai kewajiban membayar bunga secara periodik kepada pemegang obligasi. 
Share:

Translate

news detik finance

Blogger templates