Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. namun, perlahan-lahan ia akan bersatu. mozaik itu akan membangun siapa dirimu nanti. lalu apapun yang kamu kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian.

Sunday, December 11, 2011

Mengapa Harus Belajar Sejarah

Waktu Kehidupan
Selama manusia ada, sejarah akan terus bergulir. Sejaarah bermula sejak manusia pertama kali ada kemudian sejarah dunia berkembang karenanya. Sejarah juga menjadi cerita masa lalu di mana cukup banyak pelajaran bisa dipetik darinya. Sejarah telah menyumbang banyak bagi kemajuan peradaban. Lazimnya, manusia berusaha untuk tidak jatuh pada lubang yang sama. Sejarah telah menunjukkan banyak kisah tentang kesalahan manusia yang mengulang kesalahan manusia lainnya.
Di samping itu sejarah pun memiliki peranan penting dalam pembentukan identitas dan kepribadian sebuah bangsa karena identitas dibutuhkan oleh masing-masing masyarakat bagi keberlangsungannya. Suatu masyarakat maupun bangsa tak mungkin dapat mengenali jati diri dan proses pencapaiannya hingga seperti sekarang ini tanpa mengenal sejarah.
Sejarah dengan identitas bangsa memiliki hubungan timba balik. Akar sejarah yang dalam dan panjang akan memperkokoh eksistensi dan identitas serta kepribadian suatu bangsa. Karena itulah mengapa suatu bangsa merasa bangga dan mencintai sejarah serta kebudayaannya.
Sejarah sebagai pengalaman manusia memberikan berbagai alternatif pilihan akan begitu banyaknya cara hidup. Dengan mempelajari sejarah, masyarakat akan mampu menghindari berbagai kesalahan dan kekurangan masyarakat masa lampau untuk kemudian memperbaiki masa depan. Di mana pun, sejarah dapat memberikan nilai atau norma yang dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian masyarakat, sejarah adalah akumulasi rekaman pengalaman manusia. Mempelajari sejarah berati mempelajari segala bentuk puncak pengalaman dan perubahan yang dicapai manusia sepanjang abad silam. Dengan bekal sejarah di masa lampau manusia dapat membuat sejarah yang baru di masa sekarang menjadi lebih baik lagi dan menuntut manusia untuk terus berupaya mencapai kemajuan.
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa betapa pentingnya peran sejarah dalam membantu manusia merumuskan atau menelaah keputusan yang diambil untuk masa depannya sekaligus membimbing manusia untuk memahami siapa dirinya. Sejarah akan menuntun manusia menjadi bijak dengan tidak mengulang kesalahan yang sama.

*Inspirasi dari buku "Mencari Karakter Terbaik dari Belajar Sejarah"
Share:

Memupuk Budaya Baca

Menumbuhkan budaya membaca di kalangan masyarakat memang bukan perkara mudah. Mayoritas penduduk negeri ini masih beranggapan bahwa buku bukanlah kebutuhan utama dan akibatnya membaca pun belum menjadi kebiasaan.
Padahal jika merunut sejarah pergerakan bangsa Indonesia, tradisi membaca memiliki legitimasi historis. Para tokoh Republik ini adalah sosok-sosok yang memiliki kegandrungan luar biasa terhadap buku. Sebut saja Soekarno, Muhammad Hatta, Syarir, Soepono, Agus Salim, dan tokoh-tokoh lainnya. Mereka besar bukan saja karena kontribusi mereka dalam pergerakan politik nasional, melainkan juga karena kualitas intelektual yang mereka miliki yang dibangun melalui buadaya minat baca.
Namun faktanya kini kondisi minat baca di Indonesia justru boleh dibilang rendah. Berdasarkan temuan UNDP pada 2011 lalu, indeks pengembangan manusia Indonesia hanya menempati peringkat 124 dari 175 negara. Rendahnya indeks tersebut salah satunya dipicu oleh lemahnya budaya membaca masyarakat Indonesia. (Media Indonesia MI)
Peranan penting perpustakaan nasional untuk membangun minat baca di masyarakat. Dengan lemahnya budaya baca tersebut perpustakaan nasional selaku lembaga yang penting untuk membudayakan membaca di Indonesia harus memiliki langkah-langkah strategis agar merubah minat baca yang tadinya rendah, perpustakaan nasional harus terus berupaya menggelorakan minat baca melalui berbagai program-program penting.
Yang bisa diusulkan antara lain diadakannya program kampanye membaca yang lebih intensif di masyarakat. Dan sesuai UU tentang perpustakaan, peningkatan minat dan gemar membaca harus semakin fokus dilakukan melalui kampanye gerakan nasional dan melakukan pemilihan Duta Baca Indonesia dengan orang yang familiar dimasyarakat umum. Karena keberadaan duta baca cukup srategis untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan kampanye minat baca kepada seluruh masyarakat Indonesia. Duta baca juga sebagai motivator atau motor penggerak bagi masyarakat untuk mengembangkan diri dan menambah ilmu pengetahuan secara mandiri melalui membaca.
Share:

HAM Sulit Diwujudkan di Tengah Kemiskinan

HAM
Wakil Presiden Boediono menyebutkan upaya penegakan hak asasi manusia (HAM) tidak mungkin diwujudkan selagi masih banyak ditemukan masyarakat miskin. Menurut Wapres, sangat tidak mungkin penegakan HAM hadir di dalam ruang vakum. Akibatnya, hal itu hanya akan berhenti sebagai sebuah konsep semata. 
"Bagaimana bisa mendapatkan suatu penerapan HAM yang penuh, baik hak sipil maupun politik yang penuh, jika manusia-manusia ini ketinggalan dari sisi lain, mereka masih miskin, mereka tidak berpendidikan," kata Boediono saat memberikan pengarahan kepada peserta lokakarya HAM di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
"Kita harus menyeimbangkan pemenuhannya karena setiap hak tak bisa dipenuhi tanpa yang lain. Jadi, bagaimana hak sipil dan hak politik dipenuhi bila masih ada orang yang lapar dan miskin?" tambahnya. Hubungan antara penegakan HAM dan kesejahteraan, sambungnya, berbentuk mutually reinforced sehingga pemenuhannya harus bersama-sama. "Misalnya, bila pendapatan masyarakat bagus, seseorang akan kecil kemungkinan dekat dengan politik uang," kata Wapres. Untuk itulah, ia mengemukakan penegakan HAM harus terintegrasi dengan semua lini dalam pembangunan, sementara keseimbangan antarlini perlu dijaga. 
"Jadi memang harus ada keseimbangan, tidak boleh beberapa aspek utama ini tertinggal jauh dari yang lainnya. Demikian juga kebalikannya, bagaimana kita bisa mendapatkan perbaikan dari standar hidup kita," tandasnya. (Media Indonesia MI)
Menurut pandangan saya dari hasil ungkapan Wapres tersebut seharusnya Hak Asasi Manusia itu tetap dibela bagaimanapun keadaanya tanpa terkecuali karena setiap indvidu memiliki hak yang perlu dibela, kalau masalahnya kemiskinan seharusnya HAM dan kemiskinan sama-sama dituntaskan secara bersamaan karena itu seperti sisi mata uang yang selalu bersama, peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk menghilangkan kemiskinan dan kebodohan itu juga termasuk hak asasi manusia yang wajib didapatkan dari negaranya. Meskipun hasilnya belum terlihat sekarang, kita sebagai warga negara yang baik hanya bisa berharap hal tersebut dapat terwujud ditahun-tahun yang akan datang, demi pencapaian hak asasi manusia yang pantas untuk didapatkan.
Share:

Tren Batik

Modern Batik
Tren fashion batik di Indonesia akhir-akhir ini mulai marak kembali bahkan lebih gencarnya karena beberapa hal yang mempengaruhinya salah satunya adalah pengklaiman batik oleh negara tetangga yang jelas-jelas milik Indonesia, dari salah satu hal itulah muncul program pemerintah yang mencanangkan setiap hari sabtu harus menggunakan batik entah itu di dunia kerja, para pelajar, PNS. Dengan adanya program tersebut dunia fashion mulai melihat peluang disana bahwa jika mereka mengambil moment tersebut akan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan nantinya, dimulai dari pemikiran itulah mulai bermunculan batik-batik modern yang memiliki design sangat bagus dan indah terutama batik yang dikenakan oleh wanita, karena pada umumnya design untuk wanita lebih beragam dibanding untuk pria. Tapi apapun design dan latar belakang perancang busana mengenai hal itu, strend batik itu bertujuan untuk mengenalkan dan membudayakan batik di kalangan anak muda zaman sekarang yang masih banyak terpengaruh dengan budaya barat serta berpakaian ala barat, bukannya bangga dengan batik negaranya sendiri. Tapi akhir-akhir ini para pemuda Indonesia sudah terbuka pikiran mereka untuk menggunakan batik dengan design yang sangat disesuaikan dengan kaum muda, disisi lain hal itu juga membangkitkan rasa nasionalisme mereka melalui kencintaannya terhadap kebudayaan lokal. Harapan besar agar trend batik dikalangan muda saat ini tidak hanya sementara akibat dari pengklaiman negara tetangga, tapi akan tertanam di jiwa mereka masing-masing terhadap rasa nasionalisme negaranya.
Share:

Kisah Hans Christian Andersen


 Pernah mendengar nama Hans Christian Andersen (HC Andersen)? Jika masih cukup asing dengan nama tersebut, paling tidak kalian pernah kenal dengan karya-karyanya seperti The Little Mermaid, Putri Salju, Itik Buruk Rupa, Baju Baru sang Raja, dan Gadis Penjual Korek Api.
Cerita-cerita dongeng dan fantasi HC Andersen hingga kini telah diterjemahkan ke dalam 150 bahasa dan terus dipublikasikan dalam jutaan kopi ke seluruh dunia. Banyak di antaranya juga sudah difilmkan.
HC Andersen lahir di Odense, Denmark, 2 April 1805. Meskipun lahir dari  keluarga kurang berada, Andersen muda digambarkan oleh orang lain memiliki kepandaian dan imajinasi tinggi. Sejak kecil HC Andersen sudah mengenal berbagai dongeng dan cerita rakyat dari ibu dan ayahnya. Ia juga akrab dengan pertunjukan sandiwara.
Pada usia 11 tahun, sang ayah meninggal dunia. HC Andersen terpaksa bekerja serabutan agar dapat menghidupi dirinya sendiri. Ia pernah magang sebagai penjahit dan penenun, serta bekerja di pabrik rokok. Di usia 14 tahun Andersen pindah menuju ibu kota Denmark, Kopenhagen. Di sana ia berharap untuk menjadi seorang aktor, penyanyi atau penari. Tiga tahun di kota itu, ia menjalani kehidupan yang sulit. Di masa itu pulalah Andersen mulai tergugah untuk menulis. Pada 1822 Andersen telah berhasil memublikasikan cerita pertamanya The Ghost at Palnatoke's Grave (Hantu di Kuburan Palnatoke). Karya itu mendapat sambutan yang sangat baik.
Seorang direktur Royal Theater, Jonas Collin, yang tertarik pada Andersen, memintanya kembali sekolah. Collin pun membiayai pendidikan Andersen. Penulis muda ini kembali melanjutkan sekolah hingga lulus dari Universitas Kopenhagen. Pada awal 1835 novel pertama Andersen terbit dan meraih kesuksesan besar. Sebagai novelis, ia membuat terobosan lewat The Improvisatore, karya yang ditulisnya pada tahun yang sama. Cerita ini mencerminkan kisah hidupnya sendiri, melukiskan upaya seorang bicah miskin masuk ke lingkungan pergaulan masyarakat.
Meski novel-novelnya mendapat sambutan besar, nama Andersen justru menjulang sebagai penulis dongeng anak-anak. Pada 1835 ia meluncurkan cerita anak-anak Tales for Childern. Sepanjang 1836-1872 ia menggarap kumpulan cerita bertajuk Fairy Tales and Story.
Selama hidupnya Andersen menulis 156 cerita. Dari jumlah itu, 12 dongeng ditulisnya berdasarakan cerita rakyat Denmark.
HC Andersen jatuh sakit pada musim semi 1872. Pengarang legendaris ini wafat pada 4 Agustus 1874. Ia dimakamkan di pemakaman khusus Kopenhagen. (Media Indonesi MI)
Walaupun sudah wafat cukup lama karya-karya Andersen tetap bisa kita kenal dan dinikmati anak-anak di seluruh dunia hingga sekarang, dengan karya tersebut banyak anak-anak yang tidak terjebak terhadap cerita-cerita cinta anak remaja zaman sekarang yang justru akan merusak fikiran mereka, padahal anak-anak masih bisa berimajinasi sesuai apa yang dia fikirkan. Harapan besar masih terus akan berkembang cerita-cerita anak lain yang dibuat tidak hanya dari Andersen saja tapi oleh orang lain yang akan memperbanyak referensi cerita-cerita anak yang penuh dengan imajinasi.
Share:

Translate

news detik finance

Blogger templates