Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. namun, perlahan-lahan ia akan bersatu. mozaik itu akan membangun siapa dirimu nanti. lalu apapun yang kamu kerjakan dalam hidup ini, akan bergema dalam keabadian.
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Tugas Kuliah. Show all posts

Tuesday, October 6, 2020

PENGARUH NET PERFORMING LOAN (NPL), LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), DAN NET INTEREST MARGIN (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

                                                        








                                                                                                            
ABSTRAKSI 

Muhammad Eris Heryanto, 25209009

PENGARUH Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), DAN Net Interest Margin (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Skripsi. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013

Kata Kunci : Standar Laporan Keuangan Internasional, NPL, LDR, CAR, NIM, ROA.

 

(xiv + 64 + lampiran)

            Globalisasi antar negara dan operasional perusahaan serta perbankan sebagai lembaga intermediasi antar pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan dana menuntut kebutuhan adanya suatu standar akuntansi yang berlaku luas di seluruh dunia. Adanya pengadopsian IFRS tersebut apa pengaruh terhadap kinerja perbankan dilihat dari pengaruh rasio keuangan terhadap profitabilitas (ROA).      Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh secara parsial dan bersama-sama variabel Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM) terhadap Return On Asset (ROA). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria bank telah menerapkan Standar Laporan Keuangan Internasional (IFRS) periode 2008-2012. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2008-2012. Jumlah sampel sebanyak 24 bank dari 33 bank yang terdaftar di BEI periode 2008-2012. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta F-statistik juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial NPL, dan LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan variabel CAR  berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA, sementara variabel NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hasil uji R2 diperoleh sebesar 0,420 menandakan bahwa variabel independen (NPL, LDR, CAR dan NIM) memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (ROA) sebesar 42%. Hasil uji F didapat nilai signifikansi 0,000 hal ini menunjukkan bahwa pada bank yang telah menerapkan IFRS variabel NPL, LDR, CAR, dan NIM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA.

(Daftar Pustaka 2000 - 2013)





(english version)

ABSTRACT


Muhammad Eris Heryanto, 25209009

PENGARUH Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), DAN Net Interest Margin (NIM) TERHADAP PROFITABILITAS (ROA) PADA BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Thesis. Accounting Majors, Faculty of Economics, Gunadarma University, 2013
Keywords: International Financial Reporting Standard,
NPL, LDR, CAR, NIM, ROA.


(xi
v + 64 + appendix)

 

            Globalization between countries and banking operations as well as intermediary between the parties that the excess funds to those who need funds requires the need for a broadly applicable accounting standards around the world. Existence of the adoption of IFRS is what the effect on the performance of banks seen from the influence of financial ratios on profitability (ROA).

This research is performed in order to test the influence of the variables Net Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), and Net Interest Margin (NIM) toward Return On Assets (ROA). Population in this research used all of bank which have already from the Banks financial statement listed on the Stock Exchange (Indonesia Stock Exchange). The sampling technique used is purposive sampling with the criteria the bank have implemented International Financial Reporting Standards (IFRS) the period of 2008-2012. Types of data used are secondary data derived  from the Banks financial statement listed on the Stock Exchange (Indonesia Stock Exchange) the period of 2008 – 2012. The total sample of 24 banks from 33 banks listed on the Stock Exchange period 2008-2012. The analysis technique used is multiple linear regression and hypothesis test using the t-statistic for testing the partial regression coefficients and F-statistic also performed classical assumption test which include normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.

            The results showed that partially NPL, and LDR significant negative impact on ROA, while CAR variable did not significant negative impact on ROA, NIM variable while positive and significant impact on ROA. R2 test results obtained at 0.420 indicates that the independent variables (NPL, LDR, CAR NIM) have an influence on the dependent variable (ROA) of 42%. F test results significant value of 0.000 indicating that the bank have implemented IFRS variable NPL, LDR, CAR, NIM simultaneously significant impact on ROA.

(List of Library from 2000 to 2013)
Share:

Saturday, June 13, 2020

Ilmu Budaya Dasar

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bias diartikan manusia, berbudaya dan halus.

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
  • Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
  • Ilmu-ilmu Sosial (social science)
  • Ilmu-ilmu Budaya (the humanities)
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya dasar diharapkan dapat:
  • Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
  • Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing. 
  • Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Ada dua masalah pokok yaitu:
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan:
  • Manusia dan cinta kasih
  • Manusia dan keindahan
  • Manusia dan penderitaan
  • Manusia dan keadilan
  • Manusia dan pandangan hidup
  • Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
  • Manusia dan kegelisahan
  • Manusia dan harapan 
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

A. MANUSIA

Manusia di alam ini memegang paranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari energy (ilmu fisika), manusia mahluk biologis pada golongan mamalia (biologi), manusia merupakan mahluk yang menginginkan keuntungan dan memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), manusia adalah mahluk yang tidak bisa hidup sendiri (sosiologi), mahluk yang ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat). Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia:

1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
  • Jasad: badan kasar manusia yang nampak pada luarnya.
  • Hayat: Mengandung unsur hidup.
  • Ruh: Bimbingan dan pimpinan tuhan
  • nafs: Kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur Yaitu:
  • Id
  • Ego
  • Super ego
B. HAKEKAT MANUSIA
  • mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
  • mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya. Karena mempunyai:
  1. perasaan intelektual:Yaitu Perasaan yang brkenan dengan pengetahuan.
  2. perasaan estetis:yaitu perasaan yang berkenan dengan keindahan.
  3. perasaan etisyaitu perasaan yang berenan dengan kebaikan.
  4. perasaan diriYaitu perasaan yang berkenan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
  5. perasaan social: Yaitu perasaan yang berkenan dengan kellompok atau korp atau hidup bermasyarakat.
  6. perasaan religious: yaitu perasaan yang berkenan dengan agma dan kepercayaan.
C. mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi

D. mahluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan       martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski

mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakan itu.

E.B.Tylor

mendefinisikan kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi

merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana

mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.

Koentjaranigrat

mengatakan, bahwa kebudayaan berati keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

C. A.Van Peursen

mengatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok arang-orang,berlainan dengan hewan-hewan,maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam,melainkan slalu mengubah alam.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:

1. Sistem Religi: merupakan manusia sebagai homo religius.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan: merupakan produk dari manusia sebagai homo socius.

3. Sistem pengetahuan: merupakan produk manusia sebagai hmo sapiens.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi: merupakan produk manusia sebagai  homo economicus.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan

6. Bahasa

7. kesenian

JENIS LAINNYA


Ilmu Pengetahuan dan Perkembangannya

Ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan kehidupannya.

Sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia, ilmu pengetahuan pun berkembang dengan sangat pesatnya.

Ilmu pengetahuan tidak selalu membuat manusia menjadi lebih beradab dan mencapai kesempurnaan hidup, tetapi ilmu pengetahuan juga dapat menjadi bencana bagi manusia dan lingkungannya jika dikelola oleh manusia yang tidak memiliki moral kemanusiaan.

Meskipun secara umum ilmu pengetahuan lebih banyak manfaatnya bagi kehidupanmanusia, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri bukannya tanpa kritik.

Kalangan postmodernisme mengkritik ilmu pengetahuan modern yang dianggap mereka telah gagal membentuk kepribadian manusia secara utuh. Ilmu pengetahuan modern pada sisi lain telah membuat pribadi manusia terpecah-belah oleh kepentingankepentingan bisnis, sehingga manusia tidak lagi memiliki jiwa yang independen.

ILMU PENGETAHUAN DAN KITA

Ilmu pengetahuan berkembang karena ada kebutuhan manusia untuk dapat mempertahankan diri. Untuk dapat bertahan, manusia harus dapat menguasai alam semesta. Penguasaan terhadap alam semesta itu dilakukan dengan tidak merusak tatanan alam itu sendiri. Kerusakan terhadap tatanan alam akan berdampak pada kehidupan umat manusia. Agar penguasaan alam semesta tidak bertampak pada perusakan, maka penguasaan terhadap ilmu pengetahuan perlu dibaringi dengan norma dan etika.

Ilmuwan harus mempunyai norma dan etika. Tanpa norma dan etika, ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keserakahan orang-orang tertentu yang lebih kuat Tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk menciptakan kesejahteraan umat manusia dengan tetap mempertimbangan harmoni antara kehidupan umat manusia dan alam sekitarnya.

HAKIKAT MANUSIA

Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, di antaranya adalah pemikiran dari aliran materialisme, idealisme, realisme klasik, dan teologis.

Aliran materialisme mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini.

Sedangkan aliran idealisme beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Aliran realisme klasik beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian, dan aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan Tuhan.

Di samping itu, beberapa ahli telah berusaha merekonstruksikan kedudukan manusia di antara makhluk lainnya. Juga berusaha membandingkan manusia dengan makhluk lainnya. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan bahwa semua makhluk mempunyai dorongan yang bersifat naluriah yang termuat dalam gen mereka. Sementara yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuan manusia dalam hal pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan manusia jauh lebih berkembang daripada pengetahuan makhluk lainnya, sementara melalui perasaan manusia mengembangkan eksistensi kemanusiaannya.

HAKIKAT KEBUDAYAAN

Kebudayaan sering kali dipahami dengan pengertian yang tidak tepat. Beberapa ahli ilmu sosial telah berusaha merumuskan berbagai definisi tentang kebudayaan dalam rangka memberikan pengertian yang benar tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan tersebut.

Akan tetapi ternyata definisi-definisi tersebut tetap saja kurang memuaskan. Terdapat dua aliran pemikiran yang berusaha memberikan kerangka bagi pemahaman tentang pengertian kebudayaan ini, yaitu aliran ideasional dan aliran behaviorisme/materialisme. Dari berbagai definisi yang telah dibuat tersebut, Koentjaraningrat berusaha merangkum pengertian kebudayaan dalam tiga wujudnya, yaitu kebudayaan sebagai wujud cultural system, social system, dan artifact.

Kebudayaan sendiri disusun atas beberapa komponen yaitu komponen yang bersifat kognitif, normatif, dan material. Dalam memandang kebudayaan, orang sering kali terjebak dalam sifat chauvinisme yaitu membanggakan kebudayaannya sendiri dan menganggap rendah kebudayaan lain. Seharusnya dalam memahami kebudayaan kita berpegangan pada sifat-sifat kebudayaan yang variatif, relatif, universal, dan counterculture.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.

Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.

Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.

PENGERTIAN KASIH SAYANG, CINTA KEMESRAAN DAN PEMUJAAN

Kasih sayang, dan cinta merupakan milik semua orang. Manifestasi dari kasih sayang dan cinta dapat menciptakan lingkungan yang tenteram. Karena setiap individu menyadari makna yang paling hakiki dari rasa kasih sayang dan cinta. Dengan kasih sayang kita akan selalu menghargai karya orang lain.

Dengan cinta kita selalu menjaga lingkungan yang harmonis. Lingkungan yang harmonis berarti lingkungan yang berimbang dan jauh dari perusakan. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia, yang berwujud bentuk seni. Bentuk seni dapat berbentuk seni rupa, seni pahat, seni sastra, seni suara. Pemujaan merupakan perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. Kecintaan kepada Tuhan ini oleh manusia di antaranya diwujudkan dalam bentuk-bentuk pemujaan atau yang lebih kita kenal sebagai tempat beribadah.


MANUSIA DAN KEINDAHAN

Merenung artinya secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian dengan mendalam. Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.

Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi pengetahuan yang telah dimiliki disebut dengan berfilsafat. Jadi berfilsafat adalah terjadinya proses pembicaraan, evaluasi dengan hati kita sendiri mengenai suatu peristiwa. Contoh hasil renungan yang menghasilkan pengetahuan yaitu Newton dengan gaya gravitasinya.

Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Kehalusan merupakan sikap yang lembut dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam sikap anggota badan. Sikap halus dan lembut merupakan cermin hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama.

KEGELISAHAAN

Berbicara tentang manusia, berarti berbicara pula tentang media tempat manusia hidup. Media tempat manusia hidup adalah dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia di dunia.

Konsep yang dapat digunakan untuk memahami hal itu adalah konsep kosmologi, yaitu bagaimana manusia harus mengembangkan sikap hidupnya sehubungan dengan kedudukannya sebagai mikrokosmos.

Konsep yang lainnya adalah konsep ‘mendiami dunia’ sebagaimana yang dikemukakan oleh Huijbers.

Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas aspek-aspek yang membentuk manusia.

Kesadaran manusia akan hakikatnya sebagai bagian dari kosmologi dan perannya sebagai mahluk yang ‘mendiami dunia’ maka lahirlah beberapa konsep yang dipakainya sebagai dasar manusia hidup.

Konsep-konsep tersebut adalah hidup sekedarnya, takdir, dan cakra manggilingan esensi dari Cakra Manggilingan adalah waktu. Perubahan-perubahan yang terjadi sudah menjadi kodrat manusia, baik dari hari ke hari, bulan ke bulan maupun tahun ke tahun. Konsepsi waktu memegang peranan yang sangat penting.

Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan. Sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas).

Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik. Keserakahan dan konflik akan memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.

PENDERITAAN

Terdapat berbagai alasan yang dapat mengakibatkan penderitaan, yaitu alasan fisik dan alasan moral.

Di samping itu penderitaan sebenarnya merupakan kelanjutan dari kegelisahan, artinya kegelisahan yang tidak bisa dikendalikan akan mengakibatkan penderitaan.

Selain kegelisahan, penderitaan juga disebabkan karena kekecewaan, yaitu apa yang diharapkan ternyata tidak diperoleh. Jadi penderitaan juga berhubungan dengan pamrih. Penderitaan juga berhubungan dengan ketakutan. Orang yang selalu merasa takut akan hidup menderita. Penderitaan yang menimpa hidup manusia banyak berhubungan dengan ‘daya hidup’ yang menjelma menjadi hawa nafsu.

Terdapat berbagai daya hidup yaitu daya hidup raewani, nabati, haewani, jasmani, rohani, rohmani, dan robbani. Daya hidup ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesempurnaan hidup manusia yaitu tingkat An Nafs al Ammarah, al Lawwamah, al Mulhima, al Qana’ah, al Mut’mainnah, al Radiyah, dan al Kamilah. Untuk bisa menuju kesempurnaan hidup di mana hidup sudah tidak mengenal lagi kegelisahan dan penderitaan maka orang harus melakukan olah batin. Olah batin tersebut adalah dalam rangka menghilangkan nafsu dan pamrih. Terdapat olah batin yang harus diikuti supaya kesempurnaan jiwa dapat dicapai, yaitu mengembangkan sikap selalu instrospeksi, sabar, nrimo, dan ikhlas.

dari berbagai sumber.

Terima kasih
Share:

Saturday, May 2, 2020

Matrikulasi Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan

Bambang Riyanto, mendefinisikan: Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi: keputusan  tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan. 

Konsep Manajemen Keuangan

  • Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.
  • Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama:
1. Perolehan Dana
2. Penggunaan Dana
3. Pengelolaan Aset (Aktiva)

Fungsi Manajemen Keuangan
  • Perencanaan Keuangan
  • Penganggaran Keuangan
  • Pengelolaan Keuangan
  • Pencarian Keuangan
  • Penyimpanan Keuangan
  • Pengendalian Keuangan
  • Pemeriksaan Keuangan
  • Pelaporan keuangan
Peranan Manajemen Keuangan

  • Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi:
        - Bagaimana memperoleh dana (rising of fund), dan 
        - Bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund)
  • Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. 
  • Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri. 
Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan

Peran Manajer Keuangan

Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan manajer keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana.
Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh manajer keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. 

Tugas Manajer Keuangan
  • Perolehan dana dengan biaya murah
  • Penggunaan dana efektif dan efisien
  • Analisis laporan keuangan
  • Analisis lingkungan internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
Lima Aspek yang harus dilakukan Manajer Keuangan
  • Peramalan dan perencanaan
  • Keputusan-keputusan investasi dan pendanaanKoordinasi dan kontrol
  • Berinteraksi dengan pasar keuangan
  • Manajemen risiko
Tanggung Jawab Manajer Keuangan
  • Mengambil keputusan investasi /pembelanjaan aktif (investment decision)
  • Mengambil keputusan pendanaan /pembelanjaan pasif (financing decision) 
  • Mengambil keputusan dividen (dividend decision) 
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
  • Proses perencanaan dan pengolahan investasi jangka panjang sebuah perusahaan
Struktur Modal (Capital Structure)
  • Kombinasi spesifik ekuitas dan utang jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk mendanai operasinya.
Modal Kerja (Working Capital)
  • Aset dan kewajiban jangka pendek yang dimiliki sebuah perusahaan
Tujuan Manajemen Keuangan
  • memaksimalkan nilai perusahaan
  • memaksimalkan nilai kekayaan para pemegang saham. Nilai kekayaan dapat dilihat melalui perkembangan harga saham (common stock) perusahaan di pasar.

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefesienan yaitu:
  • Tujuan normatif manajemen keuangan
  • Nilai perusahaan yang belum go-public dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual.
Tahapan dalam Manajemen Keuangan
Manajemen memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penelitian, ketiga tahap dalam manajemen keuangan adalah :
  • Tahap Perencanaan (Peramalan keuangan)
  • Tahap Pelaksanaan (Perencaaan keuangan dan penganggaran)
  • Tahap Penelitian (Fungsi anggaran)
Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan dalam prakteknya merupakan aktivitas yang dilakukan dan muncul dalam rangka untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. maka dari itu, dalam membuat sebuah sistem manajemen keuangan, kita membutuhkan prinsip-prinsip ini yang menjadi dasarnya, diantarnya:
  1. Konsistensi (Consistency)
  2. Akuntabilitas (Accountability)
  3. Transparansi (Transparency)
  4. Kelangsungan Hidup (Viability)
  5. Integritas (Integrity)
  6. Pengelolaan (Stewardship)
  7. Standar Akuntansi (Accounting Standard)



Share:

Wednesday, April 22, 2020

Matrikulasi Manajemen Pemasaran

Matrikulasi

PERBEDAAN PEMASARAN, PENJUALAN, PERDAGANGAN

Wiliam J. Stanton, PEMASARAN adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.

Khoish Mahyuddin, PENJUALAN merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada konsumen terbeli.

Eeng Ahman & Epi Indriani, PERDAGANGAN adalah kegiatan tukar - menukar atau transaksi jual beli  antara dua pihak atau lebih

  • Pertukaran barang dan jasa di pasar domestik, dinamakan  PERDAGANGAN DALAM NEGERI
  • Pertukaran barang dan jasa di dunia atau pasar global, dinamakan  PERDAGANGAN INTERNASIONAL

PEMASARAN
  1. tekanan pada keinginan konsumen
  2. perusahaan pertama-tama menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian mereka-reka bagaimana membuat dan menyerahkan produknya untuk memenuhi keinginan itu.
PENJUALAN & PERDAGANGAN
  1. tekanan pada produk terbeli
  2. perusahaan pertama-tama membuat produk dan kemudian mereka-reka bagaimana menjualnya.

PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN

Philip Kotler , MANAJEMEN PEMASARAN adalah 
Seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan, menjaga dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.

PASAR ( Staton ) adalah 
Kumpulan orang-orang yg mempunyai keinginan untuk puas, mempunyai uang untuk belanja dan mempunyai kemauan untuk membelanjakannya.  

Terdapat 5 pertanyaan penting:
  1. Apakah produk yang ditawarkan markertable?
  2. Apakah permintaan terhadap produk tersebut trendnya meningkat?
  3. Bagaimana posisi produk tersebut ditengah-tengah persaingan produk sejenis?
  4. Apakah ada peluang pasar yang masih terbuka?
  5. Bagaimana strategi untuk pemasarannya?

FALSAFAH MANAJEMEN PEMASARAN
  1. Konsep Produksi (Production Concept);
  2. Konsep Produk (Product concept);
  3. Konsep Penjualan (Selling Concept);
  4. Konsep Pemasaran (Marketing Concept);
  5. Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Societal Marketing Concept).
1. KONSEP PRODUKSI (PRODUCTION CONCEPT)

Falsafah yang menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang gampang diperoleh dan sangat terjangkau. 

  • Oleh karena itu manajemen harus fokus pada perbaikan efisiensi produksi dan distribusi.
  • Konsep produksi dapat bermanfaat pada situasi :
  1. Ketika permintaan produk melebihi penawaran, manajemen harus mencari cara untuk meningkatkan produksi.
  2. Ketika biaya produk terlalu tinggi, perbaikan produktivitas diperlukan untuk menurunkan

2. KONSEP PRODUK (PRODUCT CONCEPT)

Konsep Produk adalah gagasan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu terbaik, kinerja terbaik dan sifat terbaik. 
  • Oleh  karena itu organisasi harus melakukan perbaikan produk terus menerus.
  • Dalam kenyataannya? Seringkali konsumen tidak selalu menginginkan  produk yang baik saja tetapi lebih melihat pada manfaat.
3. KONSEP PENJUALAN ( SELLING CONCEPT)

Konsep Penjualan, yaitu suatu gagasan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup banyak produk perusahaan kecuali jika perusahaan tersebut melakukan usaha penjualan dan promosi dalam skala besar.
  • Konsep ini berasumsi bahwa konsumen yang terbujuk membeli produknya akan menyukai produknya. Kalau konsumen kecewa mereka akan melupakan kekecewaannya. Ini asumsi yg keliru, karena konsumen yg kecewa akan menceritakan kekecewaannya pada orang lain. Hal ini akan merugikan perusahaan.
  • Kebanyakan perusahaan menerapkan konsep penjualan ketika mereka kelebihan kapasitas. Tujuannya adalah untuk menjual apa yg dibuat bukan untuk menjual apa yg diinginkan pasar
  • Fokus pada penciptaan transaksi, bukan membangun hubungan jangka panjang & memberikan kepuasan kepada pelanggan.
4. KONSEP PEMASARAN (MARKETING CONCEPT)

Falsafah Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target market) dan  memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien dari pada yang dilakukan pesaing.

Dengan Konsep manajemen pemasaran, perusahaan membuat apa yang diinginkan oleh pelanggan, sehingga akan memuaskan pelanggan dan menghasilkan keuntungan.

5. KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL (SOCIETAL MARKETING CONCEPT)
  • Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial merupakan gagasan yg menyatakan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yg diharapkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang dapat menjaga dan meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat.
  • Konsep ini muncul, karena seringkali terjadi, perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggannya kurang memperhitungkan dampaknya pada lingkungan, kekurangan sumber daya, pelayanan sosial. Contoh : untuk alasan praktis dan murah maka digunakan kemasan dari stereoform, yang sebetulnya bisa membahayakan kesehatan manusia.

HAL-HAL POKOK YANG PERLU DIANALISIS
  1. Segmentasi-Target-Posisi di Pasar,
  2. Sikap Perilaku & Kepuasan Konsumen/ Pelanggan,
  3. Marketing MIX ( 4 P ),
  4. Analisis persaingan (makro/mikro), 
  5. Strategi pemasaran

⬇
BENTUK PASAR 
PERMINTAAN DAN PENAWARAN



BENTUK PASAR

A. Dari sisi produsen :

    1. Pasar Persaingan Sempurna :  persaingan tidak tampak karena tidak terbatasnya produsen
    2. Pasar Monopoli : dikuasai oleh satu penjual
    3. Pasar Persaingan Monopolistik : campuran pasar sempurna dan monopoli

B. Dari sisi konsumen

    1. Pasar Konsumen : tidak untuk dijual kembali;
    2. Pasar Industri : digunakan untuk produksi;
    3. Pasar Penjual Kembali : di jual kembali 
    4. Pasar Pemerintah : pemerintah yang membeli atau menyewa untuk jasa

PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PERMINTAAN adalah 
jumlah barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga
  1. Permintaan efektif, adalah permintaan yang didukung oleh kekuatan tenaga beli
  2. Permintaan potensial, adalah permintaan yang didasarkan kepada kebutuhan
  3. Permintaan konsumen, adalah permintaan yang menentukan macam dan jumlah barang atau jasa
  4. Permintaan pasar, adalah permintaan yang tidak mempengaruhi harga dan persediaan barang tetap bersama-sama membentuk pasar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan

A. Secara Makro :
  1. Perubahan harga BBM
  2. Nilai tukar rupiah terhadap dolar (kurs)
  3. Diseminasi penduduk 
  4. Produk Nasional Bruto per kapita 
  5. Pola dan selera konsumsi/masyarakat 
  6. Kebijakan Pemerintah dan negara lain
  7. Permintaan konsumen negara lain
  8. Terjadinya bencana/musibah 
B. Secara mikro :
  1. Persaingan antar usaha sejenis
  2. Persaingan dg produk subtitusi
  3. Biaya pemasaran 
  4. Daur hidup produk 
  5. Perubahan Kebijakan perusahaan 
PENAWARAN adalah Berbagai kuantitas baranga atau jasa yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi PENAWARAN 
  1. Kuantitas dan kualitas produksi dalam negeri 
  2. Kuantitas dan kualitas produksi impor 
  3. Kemungkinan adanya peningkatan teknologi (intensifikasi) atau perluasan (ekstensifikasi)  usaha  sejenis di dlm negeri
  4. Rencana penanaman modal dalam negeri 
  5. Kondisi alat, mesin & peralatan produksi dalam negeri

Perumusan Strategi Pemasaran

Analisa SWOT
Merupakan alat manajerial untuk menganalisa situasi utama yang mempengaruhi tujuan perusahaan:

Analisis  dilakukan dengan melihat /mengindentifikasi  faktor-2 :
    - Faktor Internal perusahaan yaitu kekuatan dan kelemahan 
        ( IFE = Internal Factor Evaluation )
      - Fator Eksternal perusahaan yaitu peluang dan ancaman.
        ( EFE =  External Factor Evaluation) 

Langkah – langkah berikut :

1. Tentukan faktor-2 yg menjadi kekuatan- kelemahan ( kolom 1)

2. Berikan bobot (kolom 2) : 
    Bobot  : 0,00 – 0,05    =  pengaruh kecil
    Bobot  : 0,06 – 0,20    =  pengaruh sedang 
    Bobot  : 0,11 – 0,15    =  pengaruh besar
    Bobot  : 0,16 – 0,20    =  pengaruh sangat besar 
                Total Bobot IFE & EFE harus sama dengan  1,00

3.  Berikan Nilai Rating / peringkat  ( kolom 3) 

         angka 1 =  Memiliki peluang yg sangat sedikit atau
                           Memiliki ancaman yang sangat besar

         angka 2 =  Memiliki peluang yang sedikit atau
                           Memiliki ancaman yang besar

         angka 3 =  Memiliki peluang yang besar atau
                           Memiliki ancaman yang kecil

         angka 4 =   Memiliki peluang yang sangat besar atau
                            Memiliki ancaman yang sangat kecil

4.  Hitung skor bobot  ( kolom 4 )  dengan mengalikan (Bobot x Peringkat)

5.  Total : Jumlahkan secara vertikal  ( kolom 2 ) dan  (kolom  4)

Matrik IFE


Matrik EFE




Matrik IE

Diagram SWOT

-Terima Kasih-

Share:

Tuesday, April 21, 2020

Analisis Strategi, Targeting, dan Positioning (STP)

ANALISIS STP (STRATEGI, TARGETING, DAN POSITIONING)
PADA PRODUK MIE INSTANT MERK DAGANG INDOMIE,  
versi penulis


BAB I
PENDAHULUAN

Membahas terkait strategi, targeting, dan positioning dalam suatu produk sangat erat hubungannya dengan materi perkuliahan yang mendalam untuk mata kuliah Manajemen Pemasaran. Membahas strategi suatu produk maka akan dibahas bagaimana awal perencanaan suatu produk atau brand masuk kepasar agar dikenal dikalangan masyarakat. Perencanaan strategi di awal kemunculan produk menggunakan strategi penetrasi pasar untuk meraih awareness (perhatian) dari masyarakat.  

Menentukan target dari suatu produk juga merupakan aktivitas yang wajib dilakukan oleh pemasar dalam hal memfokuskan produk tersebut menyasar atau focus terhadap target pasar yang dituju. Bauran pemasaran juga meliputi Product, Price, Place, dan Promotion. Sehingga pemasar harus menentukan produk yag akan diciptakan untuk konsumen, harga yang akan ditetapkan,tempat untuk jalur distribusi produk, serta metode promosi yang tepat untuk digunakan dalam mengenalkan produk dan cara yang efektif untuk melakukan strategi promosi. 

Segmentasi yang ditetapkan suatu perusahaan untuk produk yang dihasilkan dan akan diperkenalkan di pasar, harus melewati serangkaian riset terhadap masyarakat / calon konsumen yang akan memutuskan menggunakan produk tersebut. Sehingga calon konsumen yang akan membeli atau menggunakan produk tersebut merasa puas serta akan menjadi loyal terhadap satu brand produk dan akan mengulangi pembelian yang berulang untuk kedepannya, serta adanya kemungkinan untuk mempengaruhi teman kerabat agar menggunakan produk yang sama akan terbuka lebar peluang yang terjadi.

Untuk menyasar calon konsumen yang tepat secara luas maka diperlukan juga saluran distribusi yang tepat, dengan adanya saluran distribusi yang baik maka akan menjangkau konsumen yang luas, mulai dari perkotaan sampai kepelosok daerah produk atau brand tersebut dapat dikenal dimasyarakat. Targeting yang tepat untuk sebuah produk juga sangat diperlukan dalam rangka mengambil pangsa pasar dengan cakupan yang luas. Serta cara promosi yang efektif dalam memasarkan suatu produk untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Promosi yang tidak terkendali akan menurunkan tingkat penjualan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk promosi merupakan pemborosan, sedangkan saluran distribusi dipakai oleh semua perusahaan untuk memproduksi barang dengan kualitas yang baik, namun banyak pula yang gagal memenuhi target pasarnya. Keadaan ini disebabkan oleh kebijakan distribusi yang kurang tepat sehingga barang yang dihasilkan kurang laku dipasar dan menyebabkan banyak konsumen merasa kurang puas. Dengan demikian, saluran distribusi memeliki peranan penting bagi kelangsungan hidup dan tumbuh perusahaan.

Seorang ibu rumah tangga yang ikut bekerja untuk membantu suami akan mengakibatkan berkurangnya waktu yang tersedia untuk menyiapkan kebutuhan keluarga. Hal ini bukan dianggap suatu kendala bagi suatu rumah tangga karena dengan semakin banyaknya anggota yang bekerja di luar, maka tingkat pendapatan keluarga pun akan turut meningkat. Kebutuhan-kebutuhan yang muncul, seperti kebutuhan konsumsi yang semakin tinggi dikarenakan keterbatasan waktu untuk keluarga tersebut tetap dapat dipenuhi oleh keluarga tersebut. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi gaya atau cara konsumsi dari suatu keluarga khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Pergeseran pola konsumsi masyarakat ini ternyata berdampak positif terhadap industri makanan instan, terutama industri mie instan. Salah satu produsen mie instan terbesar di Indonesia saat ini adalah Indofood. Perusahaan ini menguasai hampir 80 % dari produksi mie instan diIndonesia. Tidak dapat dipungkiri, mie memang sudah menjadi bagian penting dalam pola makan rumah tangga, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di pedesaan. Peran mie memang lebih fleksibel dan dapat dikonsumsi meski dalam keadaan yang sangat terdesak, tidak hanya sebagai pangan pokok, tetapi dapat pula berperan sebagai lauk-pauk sehingga sering dijumpai masyarakat yang makan nasi dengan lauk mie goreng atau mie kuah.

Semakin banyaknya jenis maupun merek mie instan yang beredar di pasar, maka keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk saja, tetapi sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi mengenai kebutuhan dan keinginan konsumen yang heterogen, sehingga dapat diketahui dengan jelas kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut sesuai dengan karakteristik dari masing-masing segmen. PT. Indofood Sukses Makmur bergerak di bidang usaha industri pengolahan makanan yang hampir seluruh produknya menguasai pasar di Indonesia. Indofood merupakan produsen mie instant terbesar dengan kapasitas produksi 13 milyar bungkus per tahun. Selain itu Indofood juga mempunyai jaringan distribusi terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Emiten barang-barang konsumsi Grup Salim, ICBP berhasil membukukan penjualan mi instan senilai Rp6,55 triliun per Maret 2018. Indomie adalah produk terkenal dari Indofood CBP. Kontribusi penjualan mi instan tersebut mencapai 66,29 persen dari total penjualan perseroan per Maret 2018 senilai Rp9,88 triliun.

Secara kuantitas, produksi mie instant dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif. Hal ini menunjukkan suatu prospek yang cukup baik bagi industri mie instan ini pada masa yang akan datang. PT. Indofood Sukses Makmur menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah. Perkembangan produk mie instan yang sudah dianggap sebagai makanan cepat saji dan bahkan sebagai makanan pokok, menyebabkan tingkat persaingan pada industri mie instan ini semakin tinggi.

Perusahaan yang dijadikan kasus penelitian ini diperoleh melalui internet, yaitu PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Produk Indofood khususnya mie instant Indomie dinikmati setiap hari pada setiap siklus kehidupan seperti makanan untuk anak-anak, makanan untuk masa pertumbuhan di usia sekolah hingga masa remaja dan menginjak usia dewasa serta makanan keceriaan dalam kehidupan. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk menelaah dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh Indofood dengan merk dagang Indomie, target produk indomie, serta positioning dari produk indomie di pasar yang dilakukan oleh PT. Indofood Sukses Makmur.


BAB II
PEMBAHASAN

Tingkat persaingan yang tinggi ini dapat menyebabkan pergeseran loyalitas konsumen mie instan produk indofood kepada mie instan produk yang lain. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk senantiasa melakukan riset pemasaran yang dilakukan terhadap konsumen, sehingga dapat diketahui kebutuhan dan keinginan konsumen akan suatu produk mie. Tingginya pangsa pasar mie instant mengharuskan perusahaan-perusahaan yang ada untuk berhati-hati, sehingga perusahaan dituntut harus selalu mengevaluasi dan mematangkan strategi STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning) pemasaran yang dijalankannya.

Perusahaan ingin mengetahui bagaimana proses keputusan pembelian mie instan, agar menghasilkan analisis pemasaran yang cermat sehingga perusahaan tidak dirugikan karena terjadinya kekeliruan dalam melakukan kegiatan pemasaran. Oleh karena itu, perlu diketahui respon konsumen terhadap produk miee instan tersebut. 

Untuk dapat menentukan respon konsumen, terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor dalam proses keputusan. Mengetahui faktor-faktor tersebut akan memudahkan perusahaan dalam mengambil langkah dalam kegiatan pemasaran yang akan dilakukan sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan dari konsumen mie instan terhadap kegiatan pemasaran segmentasi, targeting, dan positioning (STP)  yang telah dilakukan perusahaan.

Pangsa pasar mie instan di Indonesia  memang menggiurkan. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap mie cepat saji ini cukup besar. Tidak heran jika dari waktu ke waktu banyak perusahaan baru melirik pasar mi instan.

sumber: databooks


Meski demikian, hingga saat ini Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih menguasai pasar. Dominasinya begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran. Faktanya menurut data dari databoks.co.id pada tahun 2016 Indomie menguasai sekitar 70,7% pangsa pasar mi instan. 

2.1 Profil Singkat Perusahaan  

PT Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan sebuah perusahaan “Total Food Solution” dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnis yang terdiri dari emapat kelompok usaha strategis yakni produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis, dan distribusi.

Perusahaan ini awalnya bernama PT. Panjangjaya Intikusuma, namun pada tanggal 5 Februari 1994 berganti nama menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi:  Menjadi perusahaan Total Food Solutions.
Misi: 
  • Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
  • Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi, dan teknologi.
  • Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
  • Meningkatkan stakeholders value secara berkesinambungan.
2.2 Sejarah singkat produk mie instant Indomie

Ketika mi instan pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di tahun 1969, banyak masyarakat yang meragukan bahwa mi instan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pangan pokok. Akan tetapi, karena mi instan sendiri harganya relatif terjangkau, mudah disajikan dan awet, Indomie berkembang pesat seiring dengan diterimanya mi instan di Indonesia.

Indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia yang merupakan produk mi instan yang diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Produk ini pertama kali dibuat pada tanggal 9 September 1970 yang kemudian dipasarkan ke konsumen mulai tahun 1972. Pada awal penjualannya, Indomie hanya mengeluarkan dua varian rasa, yakni rasa Ayam dan Udang. 

Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan di manca negara, seperti di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa. Hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan. Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. 

2.3 Segmentasi

Tujuan segmentasi pasar adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau lebih segmen pasar tertentu. 
Segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup. Kotler (2003) menyatakan: “Market segmentation is the process of breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics or needs”.

Selanjutnya Thompson (2000) menyatakan bahwa tantangan dalam pemasaran adalah untuk mengidentifikasi pasar potensial yang menguntungkan untuk dilayani karena jarang sekali satu program pemasaran dapat memuaskan pasar yang heterogen yang berbeda selera dan karakteristik untuk itu diperlukan segmentasi pasar. Sementara itu Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.

A. Segmentasi Geografis

Produk mi instan Indomie dinilai cocok untuk seluruh masyarakat Indonesia. Indomie melakukan segmentasi geografis di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan yang terluas di Indonesia, yang menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Indomie juga tidak hanya memasarkan produknya di Indonesia saja, melainkan di banyak negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Nigeria, China, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Italia, dan Perancis. Bahkan, di Nigeria, Indomie menjadi sebuah produk mi instan yang sangat terkenal dan disukai sebagian besar masyarakat Nigeria. Indomie dapat dibeli secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga Indomie relatif ekonomis, di Indonesia pada tahun 2018, Indomie dihargai dengan kisaran harga Rp. 2.100,- per bungkusnya.

Produk Indomie diproduksi berdasarkan wilayah, sehingga cita rasa Indomie disesuaikan dengan lidah konsumen di setiap daerah, seperti contoh; Indomie rasa kari ayam yang dijual di pulau Jawa dengan Sumatera memiliki cita rasa yang berbeda walaupun perbedaan rasanya tidak terlalu jauh.

B. Segmentasi Demografis                        

b.1 Segmentasi Berdasarkan Usia
Produk Indomie (goreng dan kuah) cocok dikonsumsi oleh usia remaja hingga dewasa. Bayi umur 0 - 6 bulan dianjurkan hanya mengonsumsi ASI ekslusif, sehingga produk ini tidak cocok untuk bayi. Pengembangan produk Indomie tidak ditujukan untuk bayi dan balita. Produk Indomie memliki rasa rempah yang kuat sehingga tidak cocok untuk balita. Usia remaja 15-24 tahun merupakan konsumen terbanyak yang mengonsumsi produk mi instan. jika dilihat dari usia konsumen, tingkat konsumsi mi instan terbesar adalah kalangan remaja berusia 15-24 tahun, Namun demikian, baru-baru ini Indomie memproduksi sebuah produk inovasi baru yang dikhususkan untuk anak-anak, yaitu Indomie My Noodlez. My Noodlez merupakan mi pertama untuk anak-anak yang dibuat dengan bahan-bahan yang lebih aman bagi anak, yakni wortel dan rumput laut. Produk ini dibuat untuk anak-anak yang menyukai makan mi instan, sehingga dapat dikatakan bahwa Indomie melakukan segmentasi demografis berdasarkan usia ke kalangan anak-anak, melalui produk Indomie My Noodlez.

b.2 Segmentasi Berdasarkan Jenis Kelamin
Pemasaran produk Indomie tidak difokuskan untuk laki-laki maupun perempuan saja. Indomie cocok dikonsumsi oleh siapa saja, semua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan.

b.3 Segmentasi Berdasarkan Pendapatan dan Pendidikan
Harga mi instant Indomie tergolong murah, sehingga dapat dibeli oleh siapa saja yang
mengiginkannya. Produk ini ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari kalangan bawah hingga
kalangan atas. Mahasiswa sangat menggemari produk Indomie.Hal ini dikarenakan produk Indomiemudah didapat, harganya murah, dan rasanya yang enak. Produk Indomie sangat sesuai dengan  kebutuhan rumah tangga maupun yang belum berumah tangga (anak-anak kos). 
b.4 Segmentasi Psikografis
Hadirnya produk mi instan Indomie tentunya disambut antusias oleh masyarakat. Produk Indomie cocok untuk dikonsumsi oleh semua karakteristik masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup cenderung konsumtif dan praktis. 


2.4 Targeting

2.4.1 Definisi Targeting 

Targeting adalah proses pengevaluasian segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu negara,prpinsi,atau sekelompok orang yang memliki potensi untuk memberikan respon. Sedangkan menurut Kotler & Amstrong (2008) adalah sekelompok pembeli (buyers) yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang menjadi tujuan promosi perusahaan.
Dari kedua definisi tersebut targeting merupakan sebuah proses yang sangat penting karena akan menentukan siapa yang akan membeli produk dari perusahaan.
Targeting adalah  membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju.

Langkah dalam mengembangkan targeting yaitu :
  1. Mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dengan menggunakan variable-variabel yang  dapat mengkuantifikasi kemungkinan permintaan dari setiap segmen, biaya melayani setiap segmen, dan kesesuaian antara kompetensi inti perusahaan dan peluang pasar sasaran. 
  2. Memilih satu atau lebih segmen sasaran yang ingin dilayani berdasarkan potensi laba segmen tersebut dan kesesuaiannya dengan strategi  perusahaan.

2.4.2 Targeting produk Indomie

Targeting dilakukan untuk menentukan berapa banyak segmen pasar yang akan dipilih, dan bagaimana mengidentifikasikan segmen-segmen tersebut (Zaharuddin, 2006). Produk Indomie varian goreng dan kuah memiliki target pasar untuk semua umur kecuali bayi dan balita. Untuk varian Produk Indomie My Noodlez, target pemasarannya adalah anak-anak. Indomie melakukan perubahan strategi target pasar, perusahaan melakukan beberapa inovasi produk yang memiliki karakteristk yang berbeda yaitu Indomie Goreng, Indomie Kuah, Indomie Jumbo, Selera Nusantara, Mi Kriting, Taste of Asia, Kuliner Indonesia, My Noodlez, Real Meat, dan yang terbaru adalah Bite Me. Perubahan ini dilakukan untuk memenuhi keinginan konsumen akan variasi Indomie.

2.5 Positioning

2.5.1 Definisi Positioning

Menurut Kotler (1997: 262) “Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.
Positioning adalah  dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan demikian, produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa pesaing dalam persepsi konsumen. Persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik adalah fokus utama Positioning.  Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen. Sedangkan kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari  persepsi perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi perusahaan terhadap pelanggan, dll.


2.5.2 Positioning Indomie 

Indomie untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk mi instan di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Indomie sebagai produk mi instan yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar. Indomie sangat terkenal di Indonesia dan Nigeria. Positioning yang dilakukan PT Indofood dengan produknya(Indomie) diantaranya: 
  • Perusahaan Indofood menanamkan produk mi instan Indomie di benak konsumen Indonesia bahwa produk Indomie merupakan mi asli dan milik Indonesia.  Sebagai mi instan asli Indonesia, Indomie juga menghadirkan varian Indomie Selera Nusantara yang hadir dengan rasa-rasa terpopuler dari berbagai makanan khas di Indonesia. Melalui varian ini, Indomie memperkenalkan varian tersebut sebagai wisata kuliner Indonesia. Tagline yang dibuat oleh Indomie yakni “INDOMIE SELERAKU”, dimana setiap orang pasti sangat mudah untuk mengingatnya.
  • Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.
  • Produk Indomie merupakan produk mi instan yang praktis dan nikmat untuk dikonsumsi, dapat disajikan kapan saja dengan cepat dan dapat dikonsumsi bersama lauk pauk lainnya.
  • Di Nigeria, Indomie telah dianggap sebagai makanan pokok, bahkan tak sedikit warga Nigeria yang mengira bahwa Indomie merupakan produk buatan asli Nigeria. Tagline Indomie di Indonesia berbeda. Jika di Indonesia, Indomie mempunyai tagline “INDOMIE SELERAKU”, sedangkan di Nigeria tagline Indomie adalah “Tasty Nutrition, Good For You”.
2.6 Varian produk mie instant Indomie

Tabel 2.6.1 Varian rasa Indomie Kuah


Tabel 2.6.2 Varian rasa Indomie Kriting


Tabel 2.6.3 Varian rasa Indomie Goreng


Tabel 2.6.4 Varian rasa Indomie Selera Nusantara


Tabel 2.6.5 Varian rasa Indomie Kuliner Nusantara


Tabel 2.6.6 Varian rasa Indomie Taste of Asia


Tabel 2.6.7 Varian rasa Indomie My Noodlez



2.7  Bauran Pemasaran (4P) Indomie

• Produk Indomie
Indomie adalah merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia. Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tahun 1969, pertama kali hadir dengan Rasa Kaldu Ayam saja. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menempus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan. Indomie diklaim sebagai makanan yang sehat dan bergizi oleh produsennya, produk mi instan ini disebut memiliki berbagai kandungan gizi seperti enegi, protein, niasin, asam folat, pantotenat, mineral besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A,C, B1, B6, dan B12. Indomie pun selalu berusaha memenuhi keinginan konsumen yang semakin banyak, terbukti dengan semakin bertambahnya variasi produk Indomie, mulai dari mie goreng, mie soup, mie regional (mie dengan variasi rasa sesuai dengan masakan tradisional daerah-daerah Indonesia), mie premium, serta mie jumbo.

• Price
Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Harga indomie relatif ekonomis hanya berkisar antara Rp.2000-4000/pcs.

• Place (Distribution)
Indofood dalam pendistribusiannya concern sekali dengan stock point yang ada di kawasan-kawasan startegis, yang dapat menjamin kelancaran distribusi produk ke ritel-ritel dan tersebarnya warung-warung yang khusus menjual indoamie yang siap makan.

• Promotion
Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan taglinenya, “Indomie Seleraku”. Pada tahun 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan event Indomie Jingle Dare.

2.8 Tantangan perkembangan 

Setiap produk pasti memiliki tujuan untuk menjadi produk nomer 1dan merajai pasar baik Nasional maupun Internasional. Namun, untuk mendapatkan posisi itu, pasti terdapat tantangan dalam perkembangan produknya baik dari segi ekonomi, pesaing, teknologi, sosial dan lain-lain. Begitu pula dengan Indomie, tantangan perkembangan produk Indomie diantaranya:

• Segi Ekonomi
Dilihat dari harga mungkin Indomie adalah mie instan yang murah akan tetapi ternyata masih ada produk pesaing dan sesama (satu group) yang jauh lebih ekonomis dibandig dengan Indomie dengan netto (berat bersih) yang lumayan lebih besar. Ini adalah tantangan bagi Indomie agar menciptakan mie dengan ukuran yang lebih besar, namun harganya tetap sama atau bahkan lebih murah dari pesain. Dan juga menjaga konsistensi harga ketika terjadi inflasi.

• Segi Sosial
Orang zaman sekarang yang lebih suka makanan herbal (tidak mengandung bahan kimia) akan berfikir ulang untuk membeli indomie yang mengandung MSG. (-). Tantangan bagi Indomie adalah membuat varian rasa yang disukai penduduk nusantara namun sehat (tanpa MSG), serta membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas kesehatan produk Indomie.

• Pesaing
Banyaknya pesaing baik dalam 1 group perusahaan maupun dari luar dengan menawarkan inovasi rasa yang berbeda-beda dan harganya pun murah. Belum lagi banyak nya produk mie instan luar negeri yang masuk ke Indonesia dan menjadi pesaing intens Indomie seperti ramen (Jepang) dan samyang (Korea).
Dalam hal ini, perlunya inovasi baru lagi dari Indomie, yang lebih enak, diterima di lidah masayarakat indonesia serta masyarakat luar negeri dengan berbagai level kepedasan tertentu, dan yang terpenting adalah kualitas kesehatan produk (non MSG).

• Segi Teknologi
Teknologi semakin canggih, hal ini menjadi tantangan bagi Indomie untuk melakukan inovasi dari segi desain unik, serta promosi dalam bentuk iklan yang lebih menarik dan berbeda dari yang lain.

2.9 Membangun merk yang kuat di masyarakat

Perubahan gaya hidup  acap mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Salah satu dari perubahan itu adalah digemarinya mie instan sebagai makanan substitusi nasi. Bahkan kian hari produk ini kian menjadi makanan pilihan konsumen, karena selain praktis dan harganya terjangkau, mie instan juga cukup mengenyangkan perut. Saat ini, Indofood masih merajai pasar mie instan di Indonesia, sekaligus merupakan perusahaan mie instan terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 13 milyar bungkus. 
Begitu kuatnya citra Indomie di pasar sehingga sebagian masyarakat menganggap seolah mie instan itu adalah Indomie (Indomie menjadi Top of Mind mie instan). 

Keberhasilan Indomie terus berada di urutan teratas Top Brand adalah berkat konsistensi Indomie dalam menjalankan strategi kunci 3A:
  • Acceptability, yaitu rasa Indomie yang sudah bisa diterima di lidah konsumen (Product).
  • Avalaibility, produk Indomie mudah diperoleh dimana saja (Place)
  • Affordability, tercermin dari harga eceran Indomie yag terjangkau (Price)
Ditinjau dari aspek product life-cycle, Indomie saat ini berada pada posisi mature, sudah stabil, memiliki brand equity yang sangat kuat sehingga dapat bertahan sebagai Top of Mind merk mie instan. Pada tahap ini Indomie tidak boleh lengah, dalam artian Indomie masih tetap harus mengadakan promosi untuk me-remind customer bahwa Indomie masih exsist, dan selalu berinovasi untuk merejuvenasi produk maupun strategi promosinya. Indomie sempat direbut pangsa pasarnya oleh Mie Sedaap (muncul tahun 2003) sehingga pangsa pasar Indomie menurun, meskipun masih tetap menguasai sebagian besar pasar. Sejak saat itu, menyadari bahwa Mie Sedaap merupakan pesaing yang cukup kuat, Indomie mulai “bangkit dari tidur panjangnya”, Indomie mulai gencar beriklan lagi. Indomie menggunakan endorser artis terkenal seperti 3 Diva, Gita Gutawa, maupun non artis seperti remaja/pelajar. Indomie semakin mengukuhkan bahwa dia masih menjadi mie instan nomor satu di Indonesia. Indomie juga mengadakan acara ”Indomie Jingle Dare” untuk para pelajar SMA yang bertujuan untuk lebih memodernisasi Jingle-nya. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan brand awareness remaja/pelajar mengenai produk Indomie. Indomie melihat remaja/pelajar sebagai customer masa depan, jadi sejak sekarang Indomie mulai memberikan semacam ”edukasi” mengenai Indomie.

BAB III
PENUTUP

Perusahaan ingin mengetahui bagaimana proses keputusan pembelian mie instan, agar menghasilkan analisis pemasaran yang cermat sehingga perusahaan tidak dirugikan karena terjadinya kekeliruan dalam melakukan kegiatan pemasaran. Oleh karena itu, perlu diketahui respon konsumen terhadap produk miee instan tersebut. Untuk dapat menentukan respon konsumen, terlebih dahulu perlu diidentifikasi faktor-faktor dalam proses keputusan. Mengetahui faktor-faktor tersebut akan memudahkan perusahaan dalam mengambil langkah dalam kegiatan pemasaran yang akan dilakukan sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan dari konsumen mie instan terhadap kegiatan pemasaran yang telah dilakukan perusahaan.

Pasar mi instan di Indonesia memang menggiurkan. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap mi cepat saji ini cukup besar. Tidak heran jika dari waktu ke waktu banyak perusahaan baru melirik pasar mi instan. tahun ini Indofood meluncurkan strategi marketing yang lebih komprehensif yang lebih menunjukkan jati diri Indofood sebagai market leader. Hampir semua brand dalam portfolio-nya disegarkan kembali dengan kampanye baru maupun peluncuran produk baru.
hingga saat ini Indomie yang diproduksi PT Indofood Sukses Makmur Tbk masih menguasai pasar. Dominasinya begitu kuat walaupun sudah terjadi pergeseran. Jika 2002 Indomie menguasai sekitar 90% pangsa pasar mi instan, tahun lalu menurun menjadi 75%. Sisanya yang 25% dikeroyok merek mi instan lainnya.

Tentang strategi menghadapi persaingan, Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present, Pre-empting the Future. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth, memanfaatkan competitive advantage melalui scale, scope, span, dan speed. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. Di samping itu tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin.




Terima kasih


Share:

Translate

news detik finance

Blogger templates